| Kadin : tujuh faktor perlambat industri indonesia |
| Average user rating |
(0 vote) |
|
|
|
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menyatakan ada tujuh faktor yang menjadi penyebab lambatnya sektor industri di Indonesia. "Faktor pertama adalah pertumbuhan industri atau sektor terbesar yang tengah mengalami perlambatan dan berada pada tingkat yang sangat rendah," kata Ketua Lembaga Pengkajian, Penelitian dan Pengembangan Ekonomi (LP3E) Kadin Didik J Rachbini di Menara Kadin, Kuningan, Jakarta, Jumat (3/2).
|
|
| Biaya Siluman Bebani Industri 25% |
| Average user rating |
(0 vote) |
|
|
|
AKAR penyebab mengapa pengusaha kurang maksimal dalam membayar upah buruh terjawab sudah. Hasil penelitian Lembaga Penelitian, Pengkajian, dan Pengembangan Ekonomi Kamar Dagang dan Industri Indonesia (LP3E Kadin) menunjukkan selama ini perusahaan terbebani biaya siluman cukup besar. Akibat biaya siluman tersebut, pengusaha kemudian membebankan biaya produksi ke upah buruh yang minim. "Ada 15 instansi dan lembaga yang membuat perusahaan terbebani dengan biaya tinggi, suap-menyuap, atau biaya siluman. Ini mengorbankan buruh karena perusahaan mengeluarkan biaya suap itu dan membebankannya ke buruh," kata Ketua LP3E Kadin Didik J Rachbini dalam diskusi Isu-Isu Pokok dan Alternatif Kebijakan Ketenagakerjaan, di Menara Kadin, Jakarta, kemarin.
|
| Produksi Manufaktur Besar dan Sedang Tumbuh 5,56 Persen |
| Average user rating |
(0 vote) |
|
| Views |
9  |
|
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi industri manufaktur besar dan sedang tahunan pada 2011 naik 5,56% dari 2010. Sejak 2008, pertumbuhan produksi industri manufaktur terus meningkat. Hal tersebut disampaikan Pjs Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu (1/2). "Produksi industri manufaktur besar dan sedang mengalami kenaikan sebesar 5,56% dari 2010. Tahun 2010 naik sebesar 4,45% dari 2009 dan produksi 2009 naik sebesar 1,34% dari 2008," tuturnya.
|
| Dalam Lima Tahun Ekspor RI Naik 100 Persen |
| Average user rating |
(0 vote) |
|
| Views |
9  |
|
Selama lima tahun terakhir atau 2006-2011, ekspor Indonesia naik hingga 100 persen. Tahun 2011 total ekspor tercatat 203,6 miliar dollar AS. Ekspor tahun 2011 naik 29,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. "Selama lima tahun ini kinerja ekspor sangat bagus. Ini tidak terlepas dari kinerja Menteri Perdagangan sebelumnya, Ibu Mari Elka Pangestu," kata Menteri Perdagangan Gita Wirjawan di Jayapura, Kamis (2/2/2012).
|
| Sejumlah Perusahaan Finlandia Tergiur Bisnis di Indonesia |
| Average user rating |
(0 vote) |
|
| Views |
12  |
|
Berbagai perusahaan asal Finlandia tertarik untuk mengembangkan usahanya di Indonesia mengingat potensi ekonomi Indonesia yang besar di tengah perekonomian dunia yang dilanda krisis. Keterangan tertulis Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional(PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang diterima di Jakarta, Senin (30/1), menyebutkan itu. Staf Ahli Menteri PPN Bidang Sumber Daya Manusia dan Penanggulangan Kemiskinan Imron Bulkin menerima kunjungan delegasi sembilan perusahaan Finlandia yang dipimpin Direktur Hubungan Ekonomi Internasional Kementerian Luar Negeri Finlandia Jorma Korhonen pada Kamis (26/1).
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
|
Page 1 of 217 |