Video Gallery

Advertisement

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday38
mod_vvisit_counterLast Week1002

3 Pabrik Otomotif Siap Ramaikan Kawasan Industri di Jabobeka
Average user rating    (0 vote)
Views 66    
Bank Indonesia (BI) memperkirakan permintaan lahan industri di kawasan Jakarta, Bogor, Bekasi, dan Karawang (Jabobeka) akan terus meningkat terutama dari industri otomotif. Tercatat beberapa pabrikan mobil kelas dunia ke depannya akan meramaikan permintaan lahan industri di kawasan ini.

"Perkiraan ke depan beberapa perusahaan otomotif (Toyota, Peugeot, dan General Motor) yang merencanakan untuk membangun pabrik baru dan perakitan mobil di Indonesia, akan menjadi salah satu penggerak pertumbuhan lahan industri di Jabobeka (Jakarta, Bogor, Bekasi, dan Karawang)," jelas laporan survei BI yang dikutip detikFinance, Jumat (10/2/2012).
Laporan ini semakin menguatkan kiprah pabrikan mobil seperti Toyota yang akan memperluas pabriknya untuk meningkatkan kapasitas melalui ekspansi. Dengan ekspansi tersebut, kapasitas produksi Toyota di pabrik Karawang ke-2 akan bertambah 50.000 unit menjadi 120 ribu unit per tahun pada 2014.

Dengan demikian keseluruhan total produksi Toyota di Indonesia yakni pabrik Karawang ke-1 dan Karawang ke-2 akan mencapai 230.000 unit per tahun. Total investasi penambahan kapasitas produksi di Karawang ke-2 mencapai 41,3 miliar yen atau setara dengan Rp 4,8 triliun.

Sementara itu BI juga mencatat sepanjang 2011 tidak ada tambahan lahan industri, sehingga total luas lahan industri di empat kawasan itu hanya 6.504 hektar. Di satu sisi terus terjadi kenaikan permintaan yang menyebabkan kenaikan harga jual lahan industri hingga 15,93% (q to q) menjadi Rp 1,28 juta per meter.

Penjualan lahan industri pada tiga bulan terakhir di 2011 mencapai 32 hektar, di antaranya 27 hektar terdapat di Bekasi, Cikarang, sisanya di Jakarta. Permintaan lahan industri untuk otomotif, elektronika, bahan bangunan dan industri makanan memberikan kontribusi yang signifikan.

"Tingkat penjualan lahan industri pada triwulan IV-2011 sedikit meningkat 0,68% (q to q) menjadi 73,24%," jelas laporan itu.

Sementara itu tingkat hunian dan tarif sewa lahan industri di triwulan VI-2011 meningkat 0,34% (q to q) dan 1% (q to q). Sehingga tingkat huniannya menjadi 66,21% dan tarif sewa lahan menjadi sebesar Rp 36.852 per meter per bulan.

Misalnya di kawasan industri di Banten, jumlah pasokan industri meningkat 0,14% (q to q) menjadi 5.426 hektar. Terjadi peningkatab penjualan lahan industri di Banten menjadi 72,13% dam kenaikan harga jual 6,2% (q to q) menjadi Rp 847.979 per meter.

Sumber: http://finance.detik.com
Print Send to friend