| KANDUNGAN LOKAL: Proyek infrastruktur harus penuhi 40% |
| Average user rating |
(0 vote) |
|
| Views |
66  |
|
Pemerintah menegaskan semua proyek infrastruktur harus berusaha memenuhi tingkat kandungan lokal 40% yang telah ditetapkan. Menteri Perindustrian M. S. Hidayat mengatakan ketentuan tersebut berlaku bagi proyek yang sepenuhnya berasal dari anggaran pemerintah maupun proyek bantuan dari luar negeri. “Kalau tidak bisa penuhi tingkat komponen dalam negeri [TKDN] 40%, harus berhadapan dengan saya,” ucapnya setelah menerima perwakilan Sumitomo Corp di kantornya, Jumat (10/2).
|
|
| Invesment Grade Indonesia Pukau Investor Jepang |
| Average user rating |
(0 vote) |
|
| Views |
62  |
|
Bank Indonesia (BI) menyatakan, status investment grade yang berhasil diraih oleh Indonesia mampu menarik minat beberapa investor Jepang.
"Investor Jepang menilai bahwa perekonomian Indonesia saat ini lebih baik daripada Filipina dan Vietnam," kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat BI Difi A Djohansyah di Gedung BI, Jakarta, Rabu (8/2).
Namun, lanjut Difi, status investment grade yang baru saja diperoleh dari dua lembaga pemeringkat, yaitu Moody's Investrors Service dan Fitch Ratings, tidak lantas mengundang lebih banyak dana asing masuk ke Indonesia.
"Status investment grade tidak serta merta membuat dana asing masuk lebih banyak. Tapi paling tidak, kita bisa jadi lebih percaya diri," kata Difi.
Menurut Difi, ada aspek lain yang ikut mempengaruhi ketertarikan para investor Jepang, khususnya yang terkait dengan perbaikan kondisi perekonomian Indonesia saat ini.
"Secara spesifik, dampak investment grade bagi Indonesia memang belum bisa diketahui. Masih bergantung pada kepercayaan para investor asing terhadap situasi perekonomian global," kata Difi.
Difi menambahkan, minat para investor asing tersebut juga dipengaruhi oleh semakin kuatnya fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai sudah bisa disejajarkan dengan negara-negara anggota BRIC (Brasil, Rusia, India, dan China).
"Sebenarnya, sebelum krisis global melanda, Indonesia memang sudah pantas menerima status investment grade," kata Difi.
Sumber: http://www.mediaindonesia.com
|
| Industri manufaktur nonmigas 2011 tumbuh 6,8 persen |
| Average user rating |
(0 vote) |
|
| Views |
74  |
|
Industri manufaktur nonmigas nasional tumbuh 6,8 persen sepanjang 2011, lebih besar dari peningkatan industri serupa pada 2010 yang hanya 5,1 persen. "Pertumbuhan sekarang tidak ada yang negatif. Dan 6,8 persen saya kira merupakan angka rata-rata pertumbuhan maksimal dari industri manufaktur," kata Menteri Perindustrian MS Hidayat di Jakarta, Selasa. Menurut data Kementerian Perindustrian, semua sektor industri nonmigas selama 2011 tumbuh positif dengan pertumbuhan tertinggi pada kelompok industri logam dasar besi dan baja (13,06 persen); makanan, minuman dan tembakau (9,19 persen); serta tekstil, barang kulit dan alas kaki (7,52 persen).
|
| EKSPANSI OTOMOTIF: Kapasitas produksi bakal melonjak |
| Average user rating |
(0 vote) |
|
| Views |
63  |
|
Komitmen penambahan kapasitas produksi di industri kendaraan bermotor roda empat atau lebih diperkirakan mencapai di atas 30% dibandingkan dengan kapasitas terpasang pada 2011 menjadi di atas 1,2 juta unit per tahun. Peningkatan kapasitas itu tak lepas dari rencana beberapa kalangan prinsipal global yang siap merampungkan penambahan kapasitas produksi mobil secara bertahap mulai tahun ini menyusul progrnosa permintaan domestik dan ekspor yang masih menggeliat.
|
| Kadin : tujuh faktor perlambat industri indonesia |
| Average user rating |
(0 vote) |
|
| Views |
77  |
|
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menyatakan ada tujuh faktor yang menjadi penyebab lambatnya sektor industri di Indonesia. "Faktor pertama adalah pertumbuhan industri atau sektor terbesar yang tengah mengalami perlambatan dan berada pada tingkat yang sangat rendah," kata Ketua Lembaga Pengkajian, Penelitian dan Pengembangan Ekonomi (LP3E) Kadin Didik J Rachbini di Menara Kadin, Kuningan, Jakarta, Jumat (3/2).
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
|
Page 10 of 63 |