Video Gallery

Advertisement

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday113
mod_vvisit_counterLast Week2638

INDUSTRI NASIONAL: Porsi Impor Bahan Baku Capai 92%
Average user rating    (0 vote)
Views 28    
Pemerintah mulai menyadari porsi impor bahan baku terlalu besar sehingga mengakibatkan ketergantungan industri nasional terhadap pasokan dari asing.

Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengatakan porsi impor bahan baku mencapai 92% dari total impor.

Adapun, imbuhnya, sekitar 8% merupakan impor produk konsumsi seperti pakaian jadi, mainan anak, makanan dan minuman, produk elektronika, dan alas kaki.
“Ini perlu disikapi, jika dibiarkan Indonesia akan terus bergantung pada bahan baku yang diimpor,” jelasnya, seusai rakor kementerian terkait sektor riil, Selasa 24 Januari 2012.

Bayu menuturkan perlu adanya industri yang khusus untuk menyediakan bahan baku sehingga bisa menurunkan kebergantungan terhadap asing.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, nilai impor Indonesia sepanjang Januari-November 2011 sebesar US$160,96 miliar. Berarti, nilai impor bahan baku mencapai US$148 miliar.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Mainan Indonesia Widjonarko Tjokroadisumarto sebelumnya  mengatakan bahwa kandungan bahan baku impor untuk memproduksi boneka mencapai 50%, karena di dalam negeri tidak bisa menyediakan.

Dia menjelaskan untuk kain saja yang digunakan sebagai pakaian boneka, harus mengimpor dari China.

Boneka produksi Indonesia, katanya, untuk pasar ekspor sehingga bahan baku yang digunakan juga harus berkualitas.

“Produk boneka dari Indonesia itu bahan bakunya banyak yang impor, dari China. Semuanya sekarang berasal dari China, apa yang tidak. Sekitar 50% bahan baku impor, di antaranya kain,” jelasnya.

Wamendag menjelaskan pemerintah juga akan mendorong peningkatan konsumsi produk lokal, sehingga bisa menurunkan nilai impor barang konsumsi.

Sumber: http://www.bisnis.com
Print Send to friend