Video Gallery
News Headlines
- KRISIS EROPA: Industri teknologi justru menikmatinya
- OMZET OTOMOTIF diprediksi tumbuh 8%
- 3 Pabrik Otomotif Siap Ramaikan Kawasan Industri di Jabobeka
- KANDUNGAN LOKAL: Proyek infrastruktur harus penuhi 40%
- Invesment Grade Indonesia Pukau Investor Jepang
- Industri manufaktur nonmigas 2011 tumbuh 6,8 persen
- EKSPANSI OTOMOTIF: Kapasitas produksi bakal melonjak
- Kadin : tujuh faktor perlambat industri indonesia
- Biaya Siluman Bebani Industri 25%
- Produksi Manufaktur Besar dan Sedang Tumbuh 5,56 Persen
- Dalam Lima Tahun Ekspor RI Naik 100 Persen
- Sejumlah Perusahaan Finlandia Tergiur Bisnis di Indonesia
- 2012, Omzet Industri Roti Diprediksi Capai Rp5,6 T
- Ekspor Indonesia ke Finlandia Didominasi Karet Alam
- AS Mulai Melirik Industri Otomotif Nasional
- Optimistis, ekspor RI ditargetkan naik 10%
- Ini Dia Roadmap Industri Otomotif 2011-2025
- INDUSTRI NASIONAL: Porsi Impor Bahan Baku Capai 92%
- Pemerintah Dorong Peningkatan Industri Bahan Baku
- Industri Domestik Dapat Subsidi Gas Rp40 Triliun per Tahun
Visitors Counter
| Ini Dia Roadmap Industri Otomotif 2011-2025 |
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah menyusun roadmap pengembangan industri kendaraan bermotor tahun 2011 sampai 2025. Tahun 2025 Kementerian Perindustrian menargetkan industri dalam negeri bisa memproduksi MPV, SUV, sedan kecil ekonomis, commercial truck lebih dari 24 ton, sedan kelas menengah, hybrid car dan luxury car. "Tahun 2025 diharapkan dapat memproduksi MPV, SUV, sedan kecil ekonomis, commercial truck lebih dari 24 ton, sedan kelas menengah, hybrid car dan luxury car, design KBM R4 untuk sedan menegah dan komponen KBM tingkat kualitas luxury car," kata Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Budi Darmadi Rapat Dengar Pendapat Kementerian Perindustrian bersama Komisi VI DPR RI, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (25/01/2012) Sementara itu pada tahun 2015 ditargetkan dapat memproduksi MPV, Commercial Truck sampai dengan 24 ton, SUV dan sedan kecil dengan teknologi hemat energi dan ramah lingkungan, desain KBM R4 untuk MPV dan light commercial truck (80%). Juga akan dikuasai pembuatan mesin, transmisi commercial truck sampai dengan 24 ton dan memasok komponen untuk commercial truck sampai dengan 24 ton, SUV dan sedan kecil. "Dalam rangka mendukung roadmap tersebut, saat ini sedang dipersiapkan paket kebijakan program mobil ramah lingkungan, hemat energi dan harga terjangkau dengan kriteria antara lain memiliki mesin kapasitas 1000 cc dan 1200 cc dengan konsumsi bahan bakar 22 Km per liter dan 20 Km per liter," kata Budi. Sedangkan utuk tahun 2020 diharapkan dapat memproduksi MPV, SUV, sedan kecil hemat energi ramah lingkungan, commercial truck lebih dari 24 ton, sedan kelas menengah, hybird car, design KBM R4 untuk sedan kecil dan SUV, hybird engine, integrasi system ECU, komponen commercial truck lebih dari 24 ton dan lain-lain. "Dengan program ini diharapkan dalam 6 tahun kemudian dapat dikuasai teknologi pembuatan engine, transmisi dan axle untuk jenis mobil tersebut, selain itu dengan adanya program LCGC (low cost and green car) tersebut target produksi kendaraan bermotor sebanyak 1juta pada tahun 2013 akan tercapai," katanya Kendaraan bermotor yang dikembangkan adalah untuk angkutan umum yang memiliki kapasitas engine sampai 700 cc dan konsumsi bahan bakar diharapkan dapat mencapai 22 Km per liter serta kandungan lokal mencapai 60% yang secara bertahap akan semakin meningkat. "Saat ini perusahaan industri yang telah memiliki prototipe mobil dengan spesifikasi seperti dimaksud ada 3 yaitu PT INKA dengan merek GEA, PT Super Gasindo Jaya dengan merek Tawon dan PT Maha Era Motor dengan merek Mahator," ujarnya. Sumber: http://finance.detik.com |











(0 vote)
