Video Gallery
News Headlines
- INDUSTRI TEKSTIL: Revitalisasi mesin perlu insentif
- Batasi Impor China, Selamatkan Industri Nasional
- Indonesia-Jepang kerja sama standarisasi
- Indonesia berhasil pasarkan produk perikanan
- Indonesia pasar potensial PERALATAN LABORATORIUM
- Nilai INVESTASI OTOMOTIF capai Rp32 triliun
- Indonesia Geser Malaysia di CSPO
- INDUSTRI SEPATU: Kemenperin optimistis ekspor sepatu nasional tumbuh 7%
- KAWASAN INDUSTRI dilirik investor Jepang untuk relokasi pabrik
- Dicari, 4 Juta Wirausaha yang Bisa Tingkatkan Investasi
- Industri Tepung Terigu Masih Cerah di 2012
- Industri Mesin Dikembangkan Sesuai Tren Pasar
- Desainer Italia akan bantu produk Cibaduyut
- Investasi Otomotif Ditingkatkan di Indonesia Timur
- Pengusaha Italia Jajaki Bisnis di Indonesia
- PABRIK TEKSTIL tak diimbangi pasok tenaga kerja
- Ekspor Produk Rotan Melonjak 8 Kali Pasca Larangan Jual Mentah
- Industri Elektronik Siap Terapkan SNI
- Omzet Industri Logistik Diprediksi Tumbuh Rp 10 Triliun
- Keramik Made in Indonesia Laris di Australia & Srilanka
Visitors Counter
| KRISIS EROPA: Industri teknologi justru menikmatinya |
Sektor industri manufaktur elektronik atau teknologi di Batam diprediksi Kantor Bank Indonesia Batam memiliki peluang untuk "menikmati" krisis ekonomi yang melanda kawasan Eropa disaat terdapat sektor lain sepi orderan. Deputi Bidang Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia Batam, Uzersyah, mengungkapkan berdasarkan data BI Batam tidak semua sektor industri di Batam terpukul badai krisis Eropa. Bahkan beberapa perusahaan asing di Batam justru permintaan ekspornya untuk ke kawasan Eropa bertambah. "Ada beberapa perusahaan industri elektronik yang malah kebanjiran pesanan dari negara-negara Eropa seperti Perancis. Karena produsen di sana macet akibat krisis itu. Otomatis mereka mengalihkan order ke negara lain termasuk di Batam," kata Uzersyah tadi malam. Dia menjelaskan berdasarkan kajian tentang prospek usaha ekspor, terdapat dua hasil kajian yang mengejutkan. Hasil yang pertama, kata dia, sejumlah perusahaan memang mengaku order yang mereka terima untuk ekspor memang sepi. Dampaknya jelas karena permintaan dari kawasan Eropa mengalami penurunan. Tetapi, hasil kedua, justru terdapat perusahaan yang mengaku mengalami peningkatan order, salah satunya perusahaan yang bergerak di sektor industri manufaktur elektronik. "Diperkirakan perusahaan elektronik disana (Eropa), seperti Prancis berhemat, sehingga mereka mengincar Batam, industri disini dinilai justru bisa survive, saat ini sektor ini bisa menjadi peluang. Tapi kita belum bisa mengetahui secara pasti berapa persentasenya untuk komoditas tersebut," Meski begitu, tambahnya, krisis Eropa memang tetap berpengaruh terhadap sektor industri, namun tidak terlalu signifikan. Apalagi, selama ini menurut dia, pengaruh itu bisa dilihat dari garis sejarah hubungan ekonomi antara Eropa dan Batam. Selama ini Batam termasuk supplier setia untuk kawasan tersebut. "Usaha tidak selalu baik, bisa naik turun, Eropa termasuk "orang kaya" tapi tetap bisa krisis. Batam banyak mengekspor ke sana, kita termasuk supplier yang setia, apalagi disini banyak penanam modal asing, mungkin berdampak, tapi tidak signifikan," Untuk itu KBI masih tetap optimistis tingkat pertumbuhan ekonomi di Batam tahun ini juga tidak akan terlalu terpengaruh. Jika pada 2011 angka pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 7,1%, maka tahun ini diperkirakan masih berkisar antara 6 hingga 7%. Meski begitu, menurutnya, Pemerintah Daerah bisa berupaya agar perekonomian di Batam bisa mencapai target dan tidak terlalu terpengaruh dampak krisis yang berat. Pemda, kata dia, bisa meningkatkan sektor infrastruktur dan menciptakan kondisi yang kondusif agar Batam tetap menarik bagi investor. "Pemerintah harus bisa menciptakan kondisi yang kondusif, termasuk meminimalisir aksi demo. Termasuk berita-berita miring dari LSM, hendaknya tidak menjelek-jelekkan perusahaan asing," Sayangnya, Uzersyah sendiri mengaku belum mengantongi data aktivitas ekspor dari Batam dalam dua bulan terakhir. Sementara Badan Pusat Statistik (BPS) Batam juga belum bisa memberikan jawaban soal data ekspor. "Waduh, saya masih di Jakarta mas," ujar Ketua BPS Batam Endang Sri Retno. Sumber: http://www.bisnis.com |










(0 vote)
