Video Gallery

Advertisement

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday110
mod_vvisit_counterLast Week2638

Optimistis, ekspor RI ditargetkan naik 10%
Average user rating    (0 vote)
Views 24    
Pertumbuhan perdagangan domestik dari tahun ke tahun semakin menunjukkan peningkatan. Bahkan, tahun ini ditargetkan naik 10 persen dari pertumbuhan tahun lalu yang mencapai 36 persen.
 
Wakil Menteri Perdagangan RI, Bayu Krisnamurthi menyebutkan, pertumbuhan perdagangan bisa dilihat dari peningkatkan nilai ekspor tahun 2011 yang mencapai USD211 miliar.
 
“Tahun 2011, kita menargetkan bisa ekspor USD210 Miliar, tapi tercapai USD211 Miliar. Dari jumlah itu, bisa dilihat pertumbuhannya secara nasional mencapai 35 hingga 36 persen,” ungkapnya kepada wartawan di Medan, kemarin.
Bahkan, Bayu optimis, tahun 2012 bisa mencapai target nilai ekspor hingga USD230 Miliar. Sumatera Utara sendiri merupakan salah satu provinsi yang menjadi andalan sebagai daerah pengekspor di Indonesia.
 
“Tahun ini kita targetkan naik menjadi USD230 Miliar atau 10 persen. Meskipun dengan situasi krisis didunia yang masih belum baik, kita masih berani targetkan ekspor naik 10 persen,” ucapnya.
 
Menurutnya, salah satu upaya untuk melancarkan ekspor adalah transportasi lewat laut. Di Sumut, pihaknya sedang menyiapkan pelabuhan internasional baru yakni Kuala Tanjung, Tanjung Balai.
 
“Menurut saya, pelabuhan Belawan sudah penuh, harus dicari yang lain, salah satu tujuan saya datang kesini untuk melihat kesiapan Kuala Tanjung sebagai pelabuhan internasional yang baru dan anggaran yang kita realisasikan untuk itu 2,7 triliun,” sebutnya.
 
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumatera Utara Darwinsyah memastikan, perdagangan di Sumatera Utara naik. “Saya tidak hafal berapa persen pertumbuhannya, tapi dari tahun ke tahun naik,” ucapnya di VIP Bandara Polonia, Medan.
 
Menurutnya, pertumbuhannya bisa lebih baik apabila kawasan ekonomi khusus bisa segera diselesaikan. Sebab, selain bisa menyerap tenaga kerja, juga bisa mendirikan tempat pengolahan CPO yang selama ini menjadi sektor unggulan.
 
“Yang tadinya kita impor, dengan adanya kawasan ekonomi khusus kita bisa memproduksi sendiri CPO, dikelola didalam negeri. Karena CPO salah satu sektor unggulan kita di Sumut. Kita harapkan bakal terjadi, karena akan berpengaruh terhadap perdagangan di Sumut. Apalagi, pesaingnya hanya negara tetangga, Malaysia,” tuturnya.
 
Selain itu lanjut Darwinsyah, infrastruktur, jalan, airport, dan pelabuhan yang kondisinya tidak baik sangat mempengaruhi pertumbuhan perdagangan seperti, cost naik dan angkutan terhambat.
 
“Kita sudah usulkan ke DPRD dan pemerintah pusat, tapi belum juga bisa diselesaikan. Kedatangan orang pusat juga diharapkan bisa segera merealisasikan, seperti Kuala Namu, kereta api dan lainnya. Sebab, infrastruktur yang tidak baik sangat berdampak terhadap pertumbuhan perdagangan. Barang yang harusnya sampai sehari jadi seminggu tibanya. Kalau sudah siap diharapkan dapat memperkecil cost,” tandasnya.

Sumber: http://www.sindonews.com
Print Send to friend