Video Gallery

Advertisement

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday112
mod_vvisit_counterLast Week2638

Pemerintah Dorong Peningkatan Industri Bahan Baku
Average user rating    (0 vote)
Views 25    
Pemerintah akan mempermudah pendirian industri bahan baku atau penolong untuk mendorong industri hilir. Ini untuk mengurangi ketergantungan impor bahan baku industri.

Demikian disampaikan oleh Menteri Perekonomian, Hatta Rajasa saat konferensi pers usai rakor, di Kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (24/01/2012)

"Dengan mempermudah melalui PP 62 untuk mendirikan industri bahan baku atau penolong, ketika industri kita tumbuh besar maka ketergantungannya pada impor bahan baku juga berkurang. Dalam konteks ini Menkeu (menteri keuangan) akan segera membahas yang terkait dengan bea masuk," katanya.
Saat ini pemerintah punya fasilitas insentif soal ketentuan tax allowance ini sejalan dengan Peraturan Pemerintah (PP) No.62/2008 tentang Fasilitas Pajak Penghasilan (PPh) untuk Kegiatan Penanaman Modal di Sektor usaha Tertentu dan Wilayah Tertentu. PP No.62 Tahun 2008 merupakan perbaikan dari regulasi sebelumnya yaitu PP No.1 Tahun 2007.

Masalah yang akan dibahas dengan menteri keuangan antaralain soal belum sinkronnya penetapan bea masuk untuk bahan baku dengan barang jadi. Kenyataanya misalnya bahan-bahan baku penolong untuk industri manufaktur itu justru terkena bea masuk sementara produk jadi sebaliknya.

"Contoh misalkan handphone atau apa, sehingga ini tidak mendorong industri dalam negeri," katanya

Selain itu juga, Hatta mengatakan terkait dengan energi pemerintah akan memprioritaskan pasokan energi untuk industri dalan negeri."Tapi tentu saja bukan berarti kita tidak menghormati kesepakatan ekspor. Memang ada kesanggupan industri dalam negeri kita untuk membeli dengan harga pasar. Makanya harus ada perbaikan pada pricing policy, ada gas yang masih dihargai 2 dolar misalnya. Ini akan kita tata," ujarnya

Lalu terkait dengan pengamanan pasar ekspor. Pemerintah akan menggencarkan diversifikasi ekspor walaupun tren ekspor kita terus meningkat.

"Tapi kita perlu diversifikasi market ke Afrika dan sebagainya, sambil tetap menjaga pasar tradisional kita sekurang-kurangnya balance, atau seimbang. Kuncinya, kita akan secara bertahap mendorong ekspor yang bersifat primer ke produk-produk manufaktur atau hilirisasi produk kita," katanya.

Sumber: http://finance.detik.com
Print Send to friend