Video Gallery
News Headlines
- INDUSTRI TEKSTIL: Revitalisasi mesin perlu insentif
- Batasi Impor China, Selamatkan Industri Nasional
- Indonesia-Jepang kerja sama standarisasi
- Indonesia berhasil pasarkan produk perikanan
- Indonesia pasar potensial PERALATAN LABORATORIUM
- Nilai INVESTASI OTOMOTIF capai Rp32 triliun
- Indonesia Geser Malaysia di CSPO
- INDUSTRI SEPATU: Kemenperin optimistis ekspor sepatu nasional tumbuh 7%
- KAWASAN INDUSTRI dilirik investor Jepang untuk relokasi pabrik
- Dicari, 4 Juta Wirausaha yang Bisa Tingkatkan Investasi
- Industri Tepung Terigu Masih Cerah di 2012
- Industri Mesin Dikembangkan Sesuai Tren Pasar
- Desainer Italia akan bantu produk Cibaduyut
- Investasi Otomotif Ditingkatkan di Indonesia Timur
- Pengusaha Italia Jajaki Bisnis di Indonesia
- PABRIK TEKSTIL tak diimbangi pasok tenaga kerja
- Ekspor Produk Rotan Melonjak 8 Kali Pasca Larangan Jual Mentah
- Industri Elektronik Siap Terapkan SNI
- Omzet Industri Logistik Diprediksi Tumbuh Rp 10 Triliun
- Keramik Made in Indonesia Laris di Australia & Srilanka
Visitors Counter
| Produksi Manufaktur Besar dan Sedang Tumbuh 5,56 Persen |
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi industri manufaktur besar dan sedang tahunan pada 2011 naik 5,56% dari 2010. Sejak 2008, pertumbuhan produksi industri manufaktur terus meningkat. Hal tersebut disampaikan Pjs Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu (1/2). "Produksi industri manufaktur besar dan sedang mengalami kenaikan sebesar 5,56% dari 2010. Tahun 2010 naik sebesar 4,45% dari 2009 dan produksi 2009 naik sebesar 1,34% dari 2008," tuturnya. Suryamin menjelaskan kenaikan produksi industri manufaktur besar dan sedang tahun lalu disebabkan naiknya produksi industri logam dasar sebesar 16,26%, industri kendaraan bermotor 14,85%, dan industri kimia dan barang-barang dari bahan kimia 11,93%. Sementara mesin listrik lainnya dan perlengkapannya naik 11,42%, serta kulit, barang dari kulit, dan alas kaki naik 10,28%. Industri manufaktur yang mengalami penurunan produksi di 2011, yaitu industri karet, barang dari karet, dan barang dari plastik turun 8,57%, industri kayu dan barang-barang dari kayu turun 4,17%, industri mesin dan perlengkapannya turun 3,43%, serta industri penerbitan, percetakan, dan reproduksi media rekaman turun 0,75%. "Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang tahunan pada setiap tahun dari 2001 sampai dengan 2011 berfluktuasi dengan pertumbuhan minus hanya terjadi pada 2006. Pada tahun-tahun lainnya terjadi pertumbuhan positif," ungkap Suryamin. Sumber: http://www.mediaindonesia.com |










(0 vote)
