Video Gallery
News Headlines
- INDUSTRI TEKSTIL: Revitalisasi mesin perlu insentif
- Batasi Impor China, Selamatkan Industri Nasional
- Indonesia-Jepang kerja sama standarisasi
- Indonesia berhasil pasarkan produk perikanan
- Indonesia pasar potensial PERALATAN LABORATORIUM
- Nilai INVESTASI OTOMOTIF capai Rp32 triliun
- Indonesia Geser Malaysia di CSPO
- INDUSTRI SEPATU: Kemenperin optimistis ekspor sepatu nasional tumbuh 7%
- KAWASAN INDUSTRI dilirik investor Jepang untuk relokasi pabrik
- Dicari, 4 Juta Wirausaha yang Bisa Tingkatkan Investasi
- Industri Tepung Terigu Masih Cerah di 2012
- Industri Mesin Dikembangkan Sesuai Tren Pasar
- Desainer Italia akan bantu produk Cibaduyut
- Investasi Otomotif Ditingkatkan di Indonesia Timur
- Pengusaha Italia Jajaki Bisnis di Indonesia
- PABRIK TEKSTIL tak diimbangi pasok tenaga kerja
- Ekspor Produk Rotan Melonjak 8 Kali Pasca Larangan Jual Mentah
- Industri Elektronik Siap Terapkan SNI
- Omzet Industri Logistik Diprediksi Tumbuh Rp 10 Triliun
- Keramik Made in Indonesia Laris di Australia & Srilanka
Visitors Counter
| Tahun 2012, Industri Logistik Indonesia Tumbuh 14,2% |
Frost & Sullivan memprediksi industri logistik Indonesia akan tumbuh sebesar 14,2% atau mencapai Rp 1,408 triliun (US$ 153,54 miliar) pada 2012 dibandingkan dengan tahun lalu sebesar Rp 1,233 triliun (US$134,46 miliar). Peningkatan disebabkan kuatnya pertumbuhan ekonomi yang didorong oleh tingginya konsumsi domestik. Gopal R, Vice President, Transportation & Logistics Practice Frost & Sullivan Asia Pasifik mengatakan, relokasi dan derasnya aliran modal diperkirakan akan mendorong kegiatan manufaktur di Indonesia dan meningkatkan permintaan logistik. Retail atau barang konsumsi harian dan jasa logistik suku cadang akan menjadi area fokus pertumbuhan. “Bisnis yang terkait dengan forwarding ekspor/impor, pengiriman dan pengangkutan udara akan tetap kuat berkat kegiatan perdagangan eksternal yang berkelanjutan. Pertumbuhan penanaman modal asing (PMA) diharapkan akan berlanjut pada 2012 dengan perkiraan nilai sebesar US$ 21,5 miliar,” ungkap Gopal . Ia menambahkan bahwa perdagangan eksternal Indonesia diharapkan akan tumbuh 32.5 % mencapai US$ 514,2 miliar pada tahun ini. Gopal memaparkan, hingga September 2011 realisasi PMA pada sektor transportasi dan pergudangan mencapai US 2,2 millar, yang merupakan penyumbang PMA kedua terbesar setelah sektor pertambangan. Kuatnya aliran PMA di industri pertambangan diperkirakan akan mendorong pertumbuhan industri dan menawarkan potensi bisnis bagi sektor transportasi dan logistik. Industri transportasi dan logistik Indonesia diprediksi akan tumbuh sebesar 14,7% CAGR pada 2011-2016 atau mencapai Rp 2,442 triliun (US$266,3 miliar) di tahun 2016. “Namun demikian, infrastrukur yang kurang berkembang akan memperlambat pertumbuhan jika hambatan tersebut tetap ada di tahun-tahun mendatang.” jelasnya. Frost & Sullivan juga memprediksi volume total kargo yang bergerak melalui laut Indonesia akan meningkat sebesar 5,8% mencapai 943,1 juta ton atau naik jauh jika dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya sebesar 891,5 juta ton. Ia mengatakan bahwa industri pengiriman dipengaruhi oleh kelebihan kapasitas dan rendahnya tarif pada rute jarak jauh Trans-Pasifik dan Asia-Eropa. “Namun, pertumbuhannya diperkirakan akan tetap stabil karena didorong oleh permintaan dari perdagangan intra-ASEAN.” katanya. Menurutnya, operator pelayaran Indonesia menguasai pasar lokal berkat dikeluarkannya kebijakan yang mewajibkan transportasi domestik untuk menggunakan kapal berbendera Indonesia. Walau demikian, pelayaran impor dan ekspor masih didominasi oleh operator asing. Sumber: http://swa.co.id |











(0 vote)
