Industri semikonduktor di Tanah Air diperkirakan memerlukan penanaman modal sekitar US$758 juta untuk melakukan pengembangan mulai dari sisi hulu, imtermediate, sampai dengan hilir.

Plt. Direktur Jenderal Industri Kimia Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Ignatius Warsito, memerinci investasi tersebut diperlukan untuk tiga kebutuhan.  

Pertama, untuk investasi industri hulu intermediate MG-Si dengan kapasitas 32.000 metrik ton/tahun senilai US$300 juta. Kedua, untuk industri polysilicon dengan kapasitas 6.500 metrik ton/tahun US$373 juta.

Ketiga, untuk industri ingot monocry monocrystalline dan wafer silicon membutuhkan investasi senilai US$85 juta.

Kalangan pengusaha memperkirakan investasi akan mengalir ke sejumlah sektor di industri manufaktur berorientasi pasar domestik tahun depan. Sebab, pasar domestik dinilai lebih prospektif dibandingkan dengan ekspor.

Wakil Ketua Umum Bidang Perindustrian Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bobby Gafur Umar mengutarakan terdapat 2 sektor yang potensial menjadi incaran investor, yakni makanan dan minuman (mamin), serta farmasi.

"Tahun depan ekonomi global akan melambat. RI kemungkinan akan mengikuti tren itu. Karena pasar ekspor lesu, maka sektor yang berpotensi dapat investasi adalah yang berorientasi pasar domestik, seperti mamin dan farmasi," kata Bobby kepada Bisnis, Senin (5/12/2022).

Pada periode Januari-September 2022, aliran modal kedua sektor tersebut tercatat masih berada di jalur positif meskipun ekonomi global sedang berada di bawah bayang-bayang perlambatan ekonomi yang diperkirakan terjadi pada 2023.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat ekspor industri mainan sepanjang Januari-September 2022 mencapai 383 juta dolar AS atau tumbuh 29,83 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai 295 juta dolar AS.

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kemenperin Reni Yanita dalam peresmian ekspansi pabrik PT Mattel Indonesia di Cikarang, Jawa Barat, Kamis, mengatakan capaian tersebut membuat industri mainan menjadi salah satu pendongkrak industri manufaktur.

"Perkembangan industri mainan nasional pun menunjukkan tren yang meningkat, dimana nilai ekspor pada periode Januari sampai dengan September tahun 2022 mencapai 383 juta dolar AS atau meningkat 29,83 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya yang mencapai 295 juta dolar AS," katanya.

Kementerian Perindustrian( Kemenperin) berkomitmen untuk mendukung pengembangan industri minyak atsiri di Indonesia dari hulu hingga ke hilir.

“Kami berkomitmen untuk mengembangkan industri atsiri dari hulu hingga hilir, termasuk melalui penumbuhan industrial-preneurship yang dibangun oleh pelaku usaha multiskala,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita lewat keterangannya di Jakarta, Kamis.

Dalam pertemuan dengan industri minyak atsiri beberapa waktu lalu, Menperin menyampaikan pihaknya terus memacu industri hilir atsiri untuk menguasai riset inovasi teknologi produk dan proses produksi.

Hal itu untuk mengimbangi laju daur hidup produk atsiri yang sangat cepat. Selain itu, industri atsiri didorong untuk memperkuat aspek keberlanjutan (sustainability) dan ramah lingkungan, sehingga bisa berdaya saing global dan memenuhi kebutuhan konsumen saat ini.

Sektor manufaktur di Tanah Air bakal mendapatkan kucuran modal dari salah satu perusahaan asal China. Saat ini, pembicaraan masih terus berlangsung antara calon investor tersebut dan pemerintah.

Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM, Nurul Ichwan, mengatakan perusahaan asal Negeri Tirai Bambu itu berpotensi mengucurkan modal dalam jumlah besar. Namun, dia belum bisa menyebutkan nilai persisnya.

"Nilai investasinya kami duga besar. Sebab, mereka menyuplai tidak hanya untuk kebutuhan dalam negeri tapi juga untuk market global," kata Nurul ketika dihubungi Bisnis pada Selasa (6/12/2022).

Dalam rencana investasi ini, kata Nurul, perusahaan China tersebut berencana membangun pabrik baru. Sebelumnya, perusahaan itu dikatakan telah memiliki sejumlah proyek di Tanah Air. Namun, dia belum mau memberikan informasi lebih terkait dengan hal itu.

Industri manufaktur Indonesia terpantau masih berada di jalur ekspansi pada November 2022 dengan indeks sebesar 50,89 poin menurut Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Kementerian Perindustrian (Kemenperin).  

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, dari 23 subsektor, 11 di antaranya yang mewakili 79 persen produk domestik bruto (PDB) sektor manufaktur berada di level ekspansi.  

Sementara itu, 12 subsektor lainnya yang berkontribusi terhadap 29 persen PDB sektor manufaktur mengalami kontraksi.

"Indeks Kepercayaan Industri pada November 2022 tercatat di angka 50,89. Artinya, kami bisa menyampaikan di sini bahwa industri tetap bertumbuh dan ekspansif," kata Agus di Jakarta, Rabu (30/11/2022).

Namun, Kemenperin belum mengeluarkan data lebih terperinci terkait dengan subsektor-subsektor yang berada di level ekspansi ataupun berada di zona kontraksi.