Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Kondisi dan Prospek Bisnis Industri Manufaktur (IKBM) pada triwulan III 2026 sebesar 52,75 atau naik jika dibandingkan dengan triwulan II 2026 sebesar 52,67.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud, mengatakan nilai IKBM yang berada di atas 50 menunjukkan bahwa kondisi dan prospek bisnis industri manufaktur pada triwulan III tahun 2026 berada pada fase ekspansi.  

Ia mengatakan, berdasarkan komponen pembentuknya, sebagian besar komponen masih berada pada fase ekspansi.

Komponen pesanan meningkat dari 54,46 pada triwulan II tahun 2026 menjadi 54,72 pada triwulan III tahun 2026.

“Komponen produksi meningkat dari 54,78 pada triwulan II tahun 2026 menjadi 55,04 pada triwulan III tahun 2026,” ujar Edy dalam konferensi pers, Jakarta, Kamis (5/11).

Edy mengatakan, komponen tenaga kerja juga meningkat dari 50,02 pada triwulan II tahun 2026 menjadi 50,14 pada triwulan III tahun 2026.

Selanjutnya, komponen stok pada triwulan III tahun 2026 tercatat sebesar 51,81, masih berada pada fase ekspansi meskipun menurun dari triwulan II tahun 2026 sebesar 52,10.

“Sementara itu, satu komponen berada pada fase kontraksi, yakni waktu kirim yang tercatat memiliki skor 49,08 pada triwulan III tahun 2026,” imbuhnya.

Sumber: https://www.jawapos.com