Industri alas kaki domestik berpeluang memperoleh limpahan order dari China, menyusul situasi pasokan listrik yang ketat dan memengaruhi produktivitas manufaktur Negeri Panda.
Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman Bakrie mengatakan Indonesia sempat menerima limpahan order dari Myanmar dan Vietnam akibat situasi domestik dua negara Asia Tenggara itu.
Peralihan order itu turut memengaruhi kinerja ekspor alas kaki selama kurun Januari sampai Juli 2021 yang naik sekitar 14 persen secara tahunan, selain karena ekspansi oleh industri.
“Kemungkinan ada [peralihan order dari China], tetapi kami belum bisa memperkirakan seberapa besar. Saat gangguan produksi di Vietnam dan Myanmar memengaruhi order dan kami juga ekspansi,” kata Firman, Senin (4/10/2021).
Kementerian Perindustrian memperkirakan mobil listrik penumpang secara global sampai akhir tahun 2021 akan mencapai lebih dari 28 juta unit dengan pangsa pasar sekitar 30 persen.
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kemenperin Taufiek Bawazier menyampaikan penjualan mobil listrik secara global naik setiap tahunnya meskipun di tengah masa pandemi Covid 19.
"Pertumbuhan ini mengarah pada peningkatan kebutuhan lithium ion baterai (LIB) sebesar 1,65 juta GWh pada tahun 2030," katanya kepada Bisnis, Selasa (28/9/2021).
Di Indonesia sendiri, apabila dilihat dari model kendaraan listrik yang didaftarkan untuk memperoleh Sertifikat Uji Tipe (SUT) sebagai persyaratan laik jalan, pada masa pendemi Covid 19 mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Sektor industri manufaktur kembali berekspansi pada September 2021. Hal ini ditunjukkan dengan Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur Indonesia pada September sebesar 52,2, melonjak dari angka 43,7 pada Agustus 2021.
Capaian ini menunjukkan bahwa industri tengah berekspansi dan menandakan optimisme pelaku industri dalam berusaha.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita optimistis bahwa industri akan kembali dalam jalur ekspansi saat terjadi pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat.
“Pada bulan lalu saya sempat katakan bahwa meski ada penurunan PMI manufaktur di bulan Juli-Agustus, tapi saya yakin kita bisa rebound dengan cepat. Alhamdulillah, bulan September sudah kembali ekspansif,” ujar Agus, Jumat (1/10/2021).
Pembatasan mobilitas di Vietnam dan sejumlah negara lain memacu ekspor pengusaha garmen dan alas kaki dalam negeri.
Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Kementerian Perindustrian, Muhamad Khayam mengatakan peningkatan ekspor dialami PT Globalindo Intimates (GI) di Kabupaten Klaten dan PT Selalu Cinta Indonesia (SCI) di Salatiga.
"Saat ini, PT GI dan PT SCI sedang mendapatkan limpahan order dari Vietnam dan negara kawasan lainnya yang sedang lockdown akibat pandemi Covid-19 gelombang kedua," kata Khayam dalam keterangan tertulis, Selasa (28/9/2021).
Dia melanjutkan limpahan order tersebut menyebabkan PT GI dan PT SCI akan berproduksi dengan kapasitas penuh hingga 2023. Kedua perusahaan juga tengah memacu produksi untuk memenuhi permintaan ke pasar Eropa dan Amerika Serikat.
Kementerian Perindustrian mendorong kawasan industri halal (KIH) di Indonesia segera terisi dan beroperasi optimal dalam memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan nasional sesuai arahan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin.
“Hadirnya KIH seluas 148 hektare di Sidoarjo, yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana pendukung proses produk halal, diharapkan akan memperkuat seluruh rantai nilai halal dari sektor hulu hingga hilir guna mengembangkan potensi produk halal di Indonesia khususnya di Jawa Timur dalam memenuhi kebutuhan pasar domestik dan global,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasmita lewat keterangannya di Jakarta, Jumat.
Menperin menyampaikan hal itu usai mendampingi Wapres bersama Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali meninjau pembangunan KIH di Sidoarjo, Jawa Timur.
Kinerja ekspor semen pertama kalinya tumbuh negatif tahun ini per Agustus 2021. Namun demikian, performa ekspor semen sepanjang tahun masih tumbuh dua digit.
Asosiasi Semen Indonesia (ASI) mendata volume ekspor per Agustus 2021 hanya mencapai sekitar 720.000 ton atau anjlok hingga 44,8 persen secara tahunan. Walakin, ekspor semen pada Januari-Agustus 2021 masih tumbuh 46,12 persen menjadi sekitar 8,3 juta ton.
"[Negara tujuan] dominan ekspor adalah Banglades, Australia, Filipina, dan China," kata Ketua Umum ASI Widodo Santoso kepada Bisnis, Senin (27/9/2021).
Widodo berujar total negara tujuan ekspor semen dari dalam negeri ada delapan. Negara tujuan ekspor lainnya adalah Taiwan, Timor Leste, Srilangka, dan Mauritius.
Page 125 of 150




